KatarNews. Hal tersebut dikemukakan Ketua Karang Taruna Kabupaten Kebumen, Marsino ketika melakukan audiensi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen, pada Jum'at, 3 Juli 2026 tadi pagi. Rombongan Karang Taruna Kabaupaten Kebumen diwakili Ketua Marsino, Dr. Maesaroh, M.Ag, Subur Gunawan, Kuswarini, S.AP dan Suratno diterima dengan Sekdin Diparbud, Ibu Afifah Indrawati, SE, Ak., M.M di dampingi Ibu Khamla Nugraheni, SE, M.Si di ruang kerjanya mewakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs. Frans Haidar, MPA
“Sesuai dengan kebijakan Gubernur Jawa Tengah sebagaimana tertuang dalam Pergub No 53/2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 2 Tahun 2019 Tentang Pemberdayaan Desa Wisata Di Provinsi Jawa Tengah, bahwa untuk meningkatkan perekonomian, desa dapat mengembangkan wilayahnya menjadi pencanangan Desa Wisata. Usulan Desa Wisata dapat disampaikan ke Dinas Diparbud Kabupaten masing-masing untuk dilakukan verifikasi, apakah desa tersebut memenuhi syarat dan layak dijadikan desa wisata atau tidak " ungkap Ibu Afifah kepada perwakilan pengurus Karang Taruna Kabupaten Kebumen.
“Disparbud telah memetakan desa-desa yang layak dijadikan desa wisata. Saat ini ada sekitar 30 desa yang memiliki potensi untuk dijadikan desa wisata. Bakan beberapa desa telah dilakukan verifikasi oleh Tim.” imbuhnya
Dengan menggandeng Karang Taruna, diharapkan dapat memperkuat dan memotivasi desa agar dapat menggali potensi desanya melalui program pencanangan desa wisata ini.
Di Kebumen sebenarnya banyak memiliki wilayah yg memiliki potensi dan layak dijadikan desa wisata, namun butuh pengelolaan yang serius dari warga masyarakat khususnya yang tergabung dalam Pokdarwis. Karang Taruna harus mampu menjadi agen perubahan yang dapat memotivasi tumbuhnya perekonomian desa.
Karang Taruna akan segera melakukan penguatan internal agar segera dapat melakukan pendampingan dan berkolaborasi dengan Pokdarwis di wilayah desanya
Wisata tidak hanya sebatas sebuah tempat hiburan atau rekreasi, tetapi juga potensi daerah yang menjadi cirikhas baik di bidang sejarah, budaya, religi, kuliner, kerajinan, olah raga, maupun potensi alam yang dapat dikembangkan sebagai destinasi yang menarik dikunjungi baik untuk kegiatan rekreasi, Pendidikan maupun pelatihan yang dapat memacu geliat ekonomi masyarakat sekitarnya.
Melalui terbentuknya Desa Wisata ini diharapkan Kebumen lebih dikenal luas di daerah lain, produk-produk lokal dapat lebih produktif dan inovatif (red-KaTar)