Desa Adat Penglipuran di Bali, Menjadi DesaTerbersih se-Dunia

06 August 2026 | 15:03 WIB Kategori: Berita Utama
Desa Adat Penglipuran di Bali, Menjadi DesaTerbersih se-Dunia
Sebarkan Gagasan:
WhatsApp X

Desa Adat Penglipuran di Bali, Menjadi DesaTerbersih se-Dunia 

 

 

KaTarNews. Desa Adat adalah Desa di Bali yang masih memegang teguh aturan adat. Sekilas Desa Adat sama dengan Desa lain, namun tatanan fisik, budaya dan tatanan pemerintahan di Desa Adat. Ada beberapa desa di Bali yang dinyatakan desa adat, salah satunya adalah Desa Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli.

“Awal mula keberadaan Desa Penglipuran sebenarnya sudah cukup lama, zaman Kerajaan Bangli. Para leluhur penduduk desa ini datang dari Desa Bayung Gede dan bekerja dan kemudian menetap di des ini sampai sekarang, Sementara nama “Penglipuran” sendiri berasal dari kata Pengeling Pura yang mempunyai makna tempat suci untuk mengenang para leluhur.” Ungkap I Wayan Nyamut selaku pemangku adat Desa Penglipuran ini.

 Salah satu anggota KarangTaruna Kabupaten Kebumen, Suratno berkesempatan melakukan study langsung ke Desa Adat ini, pada 5 Agustus 2026 kemarin. Warga masyarakat Desa Penglipuran menganut agama Hindu, menjunjung tinggi adat istiadat, nilai gotong royong ,kekeluargaan, kearifan lokal yang berlandaskan konsep Tri Hitha Karana.

Sampai saat ini, Desa Penglipuran merupakan salah satu kawasan pedesaan yang memiliki tatanan spesifik dari struktur desa tradisional, sehingga mampu menampilkan wajah pedesaan yang asri. Penataan fisik dari struktur desa tersebut tidak terlepas dari budaya masyarakatnya yang sudah berlaku turun temurun. Sehingga dengan demikian Desa Adat Penglipuran merupakan salah satu obyek wisata budaya cukup popular di Bali. Keasrian Desa Adat Penglipuran dapat dirasakan mulai dari memasuki kawasan pradesa dengan hijau rerumputan yang ada di pinggiran jalan yang dihiasi dengan pagar rumah dengan khas bangunan menyerupai pura yang tertata rapi dan seragam.

Pola tatanan lingungan desa merupakan gradasi ke fisik desa secara linier yang membentang ke arah kanan dan kiri, yang terbagi dalam

Selain sebagai Desa Adat, Penglipuran juga memiliki julukan sebagai Desa Budaya, dan Desa Wisata. Hal tersebut ditinjau dari berbagai aspek seperti: sistem adat, tata ruang,  sistem perkawinan, bentuk bangunan dan topografi wilayahnya, upacara kematian, stratifikasi social masyarakatnya, kesenian, mata pencaharian, organisasi kemasyarakatan, dan keindahan alamnya yang terjaga. .

Desa dengan luas 112 ha ini, dikepalai oleh seorang pemangku adat yang disebut Bekel. Desa Penglipuran dihuni oleh 285 KK dan 1.028 jiwa, yang menghuni 3 wilayah desanya. Tata ruang desa Penglipuran dikenal dengan Tri Mandala yang terdiri dari tiga bagian yaitu : Utama Mandala (merupakan Kawasan suci yang berada di ujung desa), Madya Mandala (merupakan pemukiman penduduk) dan  Nista Mandala (merupakan tempat yang paling buruk, yang digunakan sebagai kuburan masyarakat penglipuran.dan tempat tinggal warga masyarakat yang mendapat sanksi adat pengasingan karena melanggar aturan adat).

Sesuai ketentuan adat, Desa Penglipuran juga melarang praktik poligami dan mengawini tetangga kanan dan kirinya. Seperti umumnya masyarakat di Bali, di Penglipuran masyarakatnya juga mengadakan upacara kematianyang biasa disebut ngaben. Ngaben merupakan salah satu upacara adat, dengan membakar mayat orang yang meninggal. Upaya ini dianggap sebagai bentuk upaya mengembalikan arwah orang yang meninggal yang awalnya menurut kepercayaan orang Bali arwah tersebut masih tersesat. Yang membedakan ritual kematian di daerah ini adalah pada prosesi pembakaran mayat, yang dibakar hanya simbol mayat, sedang mayat aslinya tetap dikubur. Jika mayat perempuan dikubur dengan tengkurap, sedang jika mayat laki-laki, kepalanya menghadap ke barat.

Kedekatan masyarakat adat dengan lingkunganya, yang terdiri dari 76 angkul-angkul (pekarangan), sehinggal alam yang memberi penghidupan begitu diperhatikan dan dirawat dengan baik. Pada tahun 2016, Desa ini dinyatakan sebagai Desa terbersih se-Dunia (red-KaTar)

 

 

 

Kembali ke Daftar Berita